Sama-Sama Gas, Mengapa Kentut dan Sendawa Berbeda?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sendawa-mulut-doktersehat
Photo Source: Freepik/katemangostar

DokterSehat.Com– Jika kita membicarakan tentang gas yang ada di saluran pencernaan, maka kita biasanya akan berpikir tentang masalah perut kembung. Kondisi ini juga akan membuat kita mengeluarkan gas berupa sendawa atau kentut. Hanya saja, sebenarnya apa sih beda antara kentut dan sendawa?

Perbedaan dari sendawa dan kentut

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali penyebab gas masuk ke dalam saluran pencernaan. Sebagai contoh, jika kita makan dengan terlalu cepat atau makan sambil berbincang-bincang, ada kemungkinan kita akan menelan udara dalam jumlah yang banyak. Selain itu, jika kita mengonsumsi minuman bersoda atau mengunyah permen karet, maka ada kemungkinan kita juga menelan gas yang bisa menyebabkan sensasi perut kembung atau gejala pencernaan lainnya.

Gas yang berasal dari kebiasaan makan ini biasanya akan membuat kita bersendawa. Hanya saja, terkadang gas ini bertahan di dalam perut dan akhirnya ikut melaju ke dalam saluran pencernaan. Jika kita juga mengonsumsi makanan yang bisa memicu produksi gas di dalam usus layaknya sayuran dari keluarga kol atau sawi, maka ada kemungkinan hal ini akan membuat kita lebih mudah kentut atau buang angin.

Beberapa jenis makanan yang sulit untuk dimetabolisme oleh usus juga bisa membuat bakteri memproduksi gas di dalam perut dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini juga akan membuat kita lebih sering kentut.

Sering sendawa menandakan masalah kesehatan?

Pakar kesehatan Paul Berggreen, MD yang berasal dari Arizona Digestive Health, Amerika Serikat menyebut kebiasaan bersendawa bisa saja menandakan kondisi tertentu di dalam saluran pencernaan. Kita pun harus mewaspadai beberapa kondisi kesehatan jika sampai sering bersendawa.

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang patut untuk diwaspadai jika sering bersendawa.

  1. GERD

GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah salah satu masalah kesehatan dengan gejala kenaikan asam lambung. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya asam lambung hingga ke kerongkongan atau pangkal mulut. Selain sering bersendawa, kita juga bisa mengalami gejala mual, muntah, hingga sensasi terbakar pada dada atau perut.

  1. Sinus

Siapa bilang sendawa hanya akan menyebabkan munculnya gejala pada saluran pencernaan saja. Bisa jadi sendawa juga bisa disebabkan oleh infeksi sinus. Gejalanya bisa berupa sulit bernapas hingga membuat kita cenderung bernapas lewat mulut. Hanya saja, hal ini juga akan membuat kita menelan udara dalam jumlah yang lebih banyak dan akhirnya membuat frekuensi sendawa meningkat.

  1. Infeksi bakteri helicobacter pylori

Terkadang, sendawa yang terjadi terus-menerus juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, tepatnya bakteri helicobacter pylori (H.Pylori) yang bisa memicu datangnya masalah tukak lambung. Selain menyebabkan frekuensi bersendawa, kita juga akan mengalami gejala lain dari infeksi bakteri ini layaknya mual-mual, perut yang terasa perih, perut begah, penurunan berat badan secara drastis, menurunnya nafsu makan, serta kesulitan menelan.

Mengingat infeksi bakteri ini juga bisa memicu datangnya kanker lambung, kita sebaiknya tidak menyepelekan gejala-gejalanya dan memeriksakan kondisi kesehatan jika mulai mengalaminya.

  1. Hernia hiatal

Hernia hiatal bisa dijelaskan sebagai kondisi kesehatan yang membuat lambung bagian atas masuk ke bagian diafragma, otot yang memisahkan perut atas dan dada. Kondisi ini akan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, sensasi panas dan perih pada perut atau dada, dan sering bersendawa.

Penyebab dari hernia hiatal seringkali adalah batuk yang terlampau keras, muntah-muntah, mengejan keras saat buang air besar, atau mengangkat benda yang terlalu berat.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Belum ada Komentar untuk "Sama-Sama Gas, Mengapa Kentut dan Sendawa Berbeda?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel